Senin, Januari 19, 2009

Coffeeshop Conversations : Pagiku bersama si Florist..

Ah.. Bujang,,
Lihatlah melati itu pagi ini, tak sesegar biasanya..
Kau tau kenapa??
Malam yang lalu dia berbisik padaku,, dia mempunyai keinginan,, keinginan besar..
Dia ingin segera berbunga lagi..
Dia ingin segera menebar serbuk sarinya..
Memamerkan keindahan terpendamnya..
Bukan untuk pongah, tapi karna untuk indahlah dia diciptakan..

Melati itu,,
Menginginkan kumbang idamannya untuk membantunya berbunga..
Hanya dia..
Tiada kumbang lain..
Satu pintanya..

Sayang kumbang itu tak pernah singgah di kelopaknya..

"apakah aku kurang indah? Kurang cantik? Kurang harum?" ..tanyanya frustasi..

Musim pun berlalu..
Pintanya masih sama..
Pun begitu dengan tanyanya..

Hingga akhirnya melati mendengar hembusan berita..
Sang bayu berkabar..
Si kumbang pergi,,
Menuju cerahnya pagi..

Meninggalkan melati..

Sendiri..

Dengan embun yang kini menambah lusuh kelopaknya..
Belum mampu menunjukan indah mahkotanya,
Belum sanggup menebar harumnya..

Malam tadi dia berbisik lirih..

Bisikan untuk kumbang..
Yang dia sendiri tak tau,,
apakah kumbang akan mengerti artinya..
Mendengar itu mungkin, tapi mengerti ??

Itulah mengapa melati itu tampak sedih..

Kamu tahu Bujang??
Bunga tetaplah bunga, sampai kapan pun..
Melati, mawar, ataw kamboja sekalipun..
Merekalah permata dari jenis tanaman,,
kepingan paling cantik dari alam raya..
Bunga selalu cantik, selalu harum, selalu elok..
Untuk apapun dan siapapun..
Dari awal Tuhan menciptakannya,,
Untuk selamanya..

Tidak ada komentar: