-aku menghampiri...
Seorang pria tua yang duduk bersimpuh..
Begitu lunglai..
Terseok udara panas kota..
Lusuh dalam peluh..
Di ujung jalan..
Di ujung hidupnya..
Di tepi halaman..
Di tepian mimpinya..
-aku bertanya : "ada apa wahai Ayahanda, mengapa bermuram??.."
"Aku menyessaaaalll.."
Isaknya..
Dengan mata tua berair..
Meratapi genggaman hampanya..
Dengan hati sesak dan pedih..
Menyadari kesalahannya..
"Aku menyianyiakan cinta yang tulus diberikan kepadaku.."
Lanjutnya..
"aku acuh saat cinta itu menyapaku, aku membuang pandangku saat berpapasan, aku hapus fikirku saat ku mengingatnya,
aku,,, yang begitu arogan.."
"dan aku membiarkan cinta itu terbang, mengepak, menjauh,
mencari arah damai abadinya.."
"karna cinta itu tidak sederhana, tidak logis, rumit, bertele tele, penuh picisan, pengorbanan, pengertian, perasaan..
Itulah alasanku dulu.. Cihh!!"
"Saat itu aku hanya butuh pendamping, yang bisa menerimaku apa adanya..
Bukan tentang aku yang memikirkannya, bukan tentang aku yang mengerti dia, bukan tentang aku yang menjaga perasaanya.. Bukan.."
"buatku, cinta itu, adalah Bundaku, dan apa yang ku kerjakan.. Titik!! Pendampingku hanyalah orang yang bersedia berdiri disampingku, kapan saja aku membutuhkannya, dan untuk apa saja aku menginginkannya.."
"dan untungnya, atau sialnya?? Ku mempunyai banyak orang yang menawariku cinta, cintaa, dan cinnttaa!!
Aaahhhhh..
Dan ku tak mempedulikan mereka,,
Saat itu aku hanya meminta asistenku mencatat nama mereka, alamat, pekerjaan, nama orang tua,
dan sampah sampah formal kukumpulkan demi nama cinta yang mereka tawarkan!!"
"kau boleh berucap ku arogan, tak apa.. Aku memang arogan saat itu.. Aku mengakuinya..
Dan aku menyesal.."
"diantara sekian banyak orang yang menawariku cinta,,
ada permata, putih, suci, bercahaya dan berharga..
Dia tak menawarkan harta selain cintanya,, dia tak bergelimang harta,, tidak sama seperti yang lain..
Dia sederhana, dan cinta adalah persembahan utamanya untukku.. Yang diberikan dengan tulus ikhlas, jujur, berani, serius, penuh dengan perasaan, dan begitu indah..
Fikir warasku sekarang dapat menilai cintanya begitu indah..
*menarik napas..*
Namun dulu, dia hanya catatan kecil di laporan asistenku.. Bukan apa - apa..
Bukan..
Apa..
Apa.."
"dan Tuhan murka.. begitu murkanya padaku.."
"segala hal yang kupikir adalah masa depanku, segala hal yang kuanggap harta termewahku, segala hal yang kuanggap paling pantas untukku, segala haallll yang aku banggakann.. dimusnahkan olehNya,
tanpa kecuali.."
"Aku terlalu tinggi untuk menganggap kasihNya itu ada,,
ya, aku bodoh dan berdosa..
Aku terlalu sombong atas segala kasih dan cinta yang diberikan kepadaku..
Aku, yang terlalu mengagung-agungkan logika, demi egoku, demi kepuasanku.. Terbutakaaaannn.."
"dan aku bersyukur Tuhan telah menegurku.."
"perhatikan cinta yang menghampirimu Bujang, janganlah kau mengacuhkannya, karna mungkin, itulah cinta sejatimu, yang hakiki, setelah cintaNya, dan cinta dari orang tuamu.. Camkan dalam kepala pitakmu itu"
"bercerminlah pada aku,- besi berkarat, medali lusuh, piagam terlupakan,-bila kau sampai mengacuhkan cinta..
Karna kau tak akan pernah benar benar merasa mempunyai, sebelum kau kehilangan..
apalagi bila menyangkut cinta,
c.i.n.t.a..."
"sekarang Bujang, maukah kau membelikanku kopi dan sepotong roti goreng, aku belum makan hari ini.."
-aku menuntun beliau menuju kedai kopi..
Senin, Maret 30, 2009
Senin, Maret 23, 2009
number one..
after all.. you're the only one i need to love..
Number One by Adhitia Sofyan
"Cause you don’t even have to try
You’re already my number one
I don’t need the mellow tunes
And all the lines you’ve wasted over me"
Number One by Adhitia Sofyan
Jumat, Maret 20, 2009
Andai saja..
Tuk.. Tuk.. Tuk..
Dahan muda mengetuk kaca jendelaku..
Bertalu talu.. Berkali kali..
Seperti bayangmu dalam mimpiku..
Hujan kali ini..
Sama seperti waktu itu..
Kita berteduh di emper toko yang tutup..
Air tumpah dari langit..
Petir menggema..
Dan hanya jaketku sebagai pelindung tubuh kita..
Aku tau kau takut pada suara halilintar..
Karna pada setiap teriaknya, kau memelukku erat dan gemetar..
"Sayang, aku takut, aku kedinginan.."
"Aku tau sayang.. *melindungi kepalanya dari percikan hujan* Sebentar lagi hujan reda.. Sabar sebentar, aku disini, selalu.."
"Aku sayang kamu.. Aku mau kamu janji ke aku, kamu akan selalu ada untuk aku, selalu melindungi aku, dan yang paling penting, selalu menyayangiku.. Kamu mau kan??"
"Aku mau.. Aku sayang kamu,, selalu.."
Kita menuliskan inisial kita di jendela toko yang tutup itu..
Berbingkai hati, dari hembusan uap nafas kita..
Aku mengingkari dua janji pertama..
Tapi aku tak pernah mengingkari yang ketiga, yang paling penting, katamu..
Aku memang meninggalkanmu secara jarak.. Fisik.. Raga..
Tapi aku tak pernah meminta kembali hatiku yang telah kuberikan padamu..
Aku tak pernah meninggalkan cinta kita.. Jiwa kita..
Kamulah cintaku..
Kamulah jiwaku..
Andai saja,
Kau lebih bersabar..
Andai saja,
Kau lebih mengerti..
Andai saja,
Kau lebih percaya..
Andai saja,
Kau percaya cinta..
Dahan muda mengetuk kaca jendelaku..
Bertalu talu.. Berkali kali..
Seperti bayangmu dalam mimpiku..
Hujan kali ini..
Sama seperti waktu itu..
Kita berteduh di emper toko yang tutup..
Air tumpah dari langit..
Petir menggema..
Dan hanya jaketku sebagai pelindung tubuh kita..
Aku tau kau takut pada suara halilintar..
Karna pada setiap teriaknya, kau memelukku erat dan gemetar..
"Sayang, aku takut, aku kedinginan.."
"Aku tau sayang.. *melindungi kepalanya dari percikan hujan* Sebentar lagi hujan reda.. Sabar sebentar, aku disini, selalu.."
"Aku sayang kamu.. Aku mau kamu janji ke aku, kamu akan selalu ada untuk aku, selalu melindungi aku, dan yang paling penting, selalu menyayangiku.. Kamu mau kan??"
"Aku mau.. Aku sayang kamu,, selalu.."
Kita menuliskan inisial kita di jendela toko yang tutup itu..
Berbingkai hati, dari hembusan uap nafas kita..
Aku mengingkari dua janji pertama..
Tapi aku tak pernah mengingkari yang ketiga, yang paling penting, katamu..
Aku memang meninggalkanmu secara jarak.. Fisik.. Raga..
Tapi aku tak pernah meminta kembali hatiku yang telah kuberikan padamu..
Aku tak pernah meninggalkan cinta kita.. Jiwa kita..
Kamulah cintaku..
Kamulah jiwaku..
Andai saja,
Kau lebih bersabar..
Andai saja,
Kau lebih mengerti..
Andai saja,
Kau lebih percaya..
Andai saja,
Kau percaya cinta..
Label:
celoteh ami,
falls is for sadness
Kamis, Maret 19, 2009
In the end..
Anak gajah kehilangan kesabarannya..
Lelah menunggu..
Muak..
Merasa tidak penting..
Jengah..
Lelah..
I ever hold your hand..
And i've slipped until its tip..
But now i slip the tip..
I'm tired always be the one who stand till last..
I am sober.. Always..
You're the only one who need head-checked.. And heart-rest..
In the end..
Reach me for a shelter..
Love me when you're sober..
Lelah menunggu..
Muak..
Merasa tidak penting..
Jengah..
Lelah..
I ever hold your hand..
And i've slipped until its tip..
But now i slip the tip..
I'm tired always be the one who stand till last..
I am sober.. Always..
You're the only one who need head-checked.. And heart-rest..
In the end..
Reach me for a shelter..
Love me when you're sober..
Selasa, Maret 17, 2009
cinta = kamu
Kegilaan ini.. membuatku bergairah..
Jantungku berdetak cepat.. riuh..
Seramai karnaval,, ledakan ledakan bahagia..
Cupid telah mampir disini..
Di venaku..di aortaku..
Ku tak mampu menahan..
Ku tak bias meredam..
Ku hanya mampu terpana..
Kau tak menyangkanya ??
Apalagi aku, sayang,,,
Aku hanya ternganga..
Karna rasa ini..
Karna pesona..
Saat kegilaan ini berakhir..
Kuharap itu cinta..
Dan saat cinta itu membutuhkan arti..
Aku ingin cinta itu berarti..
kamu..
Jantungku berdetak cepat.. riuh..
Seramai karnaval,, ledakan ledakan bahagia..
Cupid telah mampir disini..
Di venaku..di aortaku..
Ku tak mampu menahan..
Ku tak bias meredam..
Ku hanya mampu terpana..
Kau tak menyangkanya ??
Apalagi aku, sayang,,,
Aku hanya ternganga..
Karna rasa ini..
Karna pesona..
Saat kegilaan ini berakhir..
Kuharap itu cinta..
Dan saat cinta itu membutuhkan arti..
Aku ingin cinta itu berarti..
kamu..
Label:
celoteh ami,
gajlas,
romance
selamanya..
Aku ingin..
Melihat senyum indahmu saat ku bangun di awal hari..
Aku ingin,,
Ditemani senyum indahmu saat ke beranjak tidur di malam hari..
Aku ingin,,
Membuatmu bahagia diantaranya..
Aku ingin..
Selamanya..
Melihat senyum indahmu saat ku bangun di awal hari..
Aku ingin,,
Ditemani senyum indahmu saat ke beranjak tidur di malam hari..
Aku ingin,,
Membuatmu bahagia diantaranya..
Aku ingin..
Selamanya..
Rabu, Maret 11, 2009
Selasa, Maret 10, 2009
Ini bukan pinta.. Ini doa..
Inginku cuma satu saat ini,,
dirimu..
Saat dia,
lagi dan lagi,
membuatku tersenyum..
Dan ku tau,
dia pun pernah melakukan hal sama kepadamu..
Sayang,,
Kosong genggamannya juga kurasakan..
Disini..
Padahal,,
Semuanya dapat begitu penuh..
Begitu sempurna..
Andai..
Ah ini bukan pengandaian,
bukan sekedar ingin..
ini pinta,
ini doa..
Aku berdoa,,
Untuk mencintamu..
dirimu..
Saat dia,
lagi dan lagi,
membuatku tersenyum..
Dan ku tau,
dia pun pernah melakukan hal sama kepadamu..
Sayang,,
Kosong genggamannya juga kurasakan..
Disini..
Padahal,,
Semuanya dapat begitu penuh..
Begitu sempurna..
Andai..
Ah ini bukan pengandaian,
bukan sekedar ingin..
ini pinta,
ini doa..
Aku berdoa,,
Untuk mencintamu..
Senin, Maret 02, 2009
mistakes..
well.. people do mistakes,, it's natural shit..
but sometimes, there's some kind of mistake that you can avoid from..
you can prevent from doing that shit,,
nah,, byasanya klo mistakes2 macem begini niyh yang bikin nyesel n sakit ga ketulungan..
gw, personally,, baru ngalamin yg kaya gini beberapa hari yang lalu,,
gw ngelakuin kesalahan *yes, for someone who knows it, i take it as a big damn mistake*
kesalahan, yang semestinya bisa gw hindarin..
but, no one give me any fuckin sign that what i did was a mistake..
*sigh*
gw kalut,, ngerasa bodoh, super duper bodoh..
gw pingin ngilang, pingin ke tempat dimana ga ada yg bakal kenal ma gw.. *sounds cliche huh ??*
gw, ga mampu ngatasin masalah ini in a nick of time..
gw tipe orang yg mikir dari berbagai macem sudut, n byasanya makan waktu..
makanya gw mutusin untuk sedikit berkelana.. *hayah bahasanya dangdut banget*
yeah..
i'm out of town that time..
alone..
in my car..
just me and the stereo..
following my headlights..
pertamanya, gw gataw mo kemana..
then.. i got an inspiration(s)..
i drove somewhere south..
betul,, disitu ga ada yg kenal gw..
*mikir...
*mikirr...
*mikirrr...
tambah sakit..
akhirnya ikhlas sendiri..
it does need, some times, sweats, and tears.. (plus little blood)..
to feel "fine"
ternyata..
untuk mecari rasa "fine" tadi..
gw melakukan kesalahan lagi..
orang tua gw nyariin gw..
mobil ga ada,, hape ga aktif.. di kosan ga ada.. di rumah juga ga nongol2...
*waktu jalan.. jalan... jalann...*
ngerasa tambah bodoh lagi...
gw ngelupain keluarga gw..
karna kesa;ahan bodoh, dari 1 orang yang belum tentu sayang tulus ma gw..
gw nyuekin keluarga gw, yg gawsah ditanya seberapa tulus mereka nyayangin gw n the other parts of our family members..
*sigh*
again.. mistakes..
yg sebenernya klo dihadapin dengan cara yang baik, kita bisa nemuin solusinya, yg terbaik, yg tercepat..
sayangnya.. kadang rasa tertekan karna berbuat salah itu yg bikin emosi, napsu, jadi ga mikir panjang.. gegabah,,, egois..
duwh.. gw mesti banyak banyak banyaaaaakkk belajar jadi orang yg sabar,, yang bisa ngendaliin emosi dan ego gw...
*karna ternyata, rambu untuk gw, agar gw ga ngelakuin kesalahan yg pertama itu, ternyata ada.. tapi ego gw bikin gw buta ma rambu2 itu..*
:(
yang bisa gw dapet dari kejadian kemaren,
sebesar apapun kesalahan yang lo buat di luar..
selalu ada keluarga buat lo untuk pulang, berlindung, dan minta nasehat..
penting tuw..
yang pasti, ada bagian dari keluarga lo yg bikin lo ngerasa nyaman, dan secure..
well, at least keluarga gw mempunyai bagian itu..
maaf ya Bu, Pak, Mba..
dan trima kasih..
you all are my heaven..
but sometimes, there's some kind of mistake that you can avoid from..
you can prevent from doing that shit,,
nah,, byasanya klo mistakes2 macem begini niyh yang bikin nyesel n sakit ga ketulungan..
gw, personally,, baru ngalamin yg kaya gini beberapa hari yang lalu,,
gw ngelakuin kesalahan *yes, for someone who knows it, i take it as a big damn mistake*
kesalahan, yang semestinya bisa gw hindarin..
but, no one give me any fuckin sign that what i did was a mistake..
*sigh*
gw kalut,, ngerasa bodoh, super duper bodoh..
gw pingin ngilang, pingin ke tempat dimana ga ada yg bakal kenal ma gw.. *sounds cliche huh ??*
gw, ga mampu ngatasin masalah ini in a nick of time..
gw tipe orang yg mikir dari berbagai macem sudut, n byasanya makan waktu..
makanya gw mutusin untuk sedikit berkelana.. *hayah bahasanya dangdut banget*
yeah..
i'm out of town that time..
alone..
in my car..
just me and the stereo..
following my headlights..
pertamanya, gw gataw mo kemana..
then.. i got an inspiration(s)..
i drove somewhere south..
betul,, disitu ga ada yg kenal gw..
*mikir...
*mikirr...
*mikirrr...
tambah sakit..
akhirnya ikhlas sendiri..
it does need, some times, sweats, and tears.. (plus little blood)..
to feel "fine"
ternyata..
untuk mecari rasa "fine" tadi..
gw melakukan kesalahan lagi..
orang tua gw nyariin gw..
mobil ga ada,, hape ga aktif.. di kosan ga ada.. di rumah juga ga nongol2...
*waktu jalan.. jalan... jalann...*
ngerasa tambah bodoh lagi...
gw ngelupain keluarga gw..
karna kesa;ahan bodoh, dari 1 orang yang belum tentu sayang tulus ma gw..
gw nyuekin keluarga gw, yg gawsah ditanya seberapa tulus mereka nyayangin gw n the other parts of our family members..
*sigh*
again.. mistakes..
yg sebenernya klo dihadapin dengan cara yang baik, kita bisa nemuin solusinya, yg terbaik, yg tercepat..
sayangnya.. kadang rasa tertekan karna berbuat salah itu yg bikin emosi, napsu, jadi ga mikir panjang.. gegabah,,, egois..
duwh.. gw mesti banyak banyak banyaaaaakkk belajar jadi orang yg sabar,, yang bisa ngendaliin emosi dan ego gw...
*karna ternyata, rambu untuk gw, agar gw ga ngelakuin kesalahan yg pertama itu, ternyata ada.. tapi ego gw bikin gw buta ma rambu2 itu..*
:(
yang bisa gw dapet dari kejadian kemaren,
sebesar apapun kesalahan yang lo buat di luar..
selalu ada keluarga buat lo untuk pulang, berlindung, dan minta nasehat..
penting tuw..
yang pasti, ada bagian dari keluarga lo yg bikin lo ngerasa nyaman, dan secure..
well, at least keluarga gw mempunyai bagian itu..
maaf ya Bu, Pak, Mba..
dan trima kasih..
you all are my heaven..
"I reach towards the sky I've said my goodbyes
My heart's always with you now
I won't question why so many have died
My prayers have made it through yeah
'Cause with all these things we do
It don't matter when I'm coming home to you"
Avenged Sevenfold - "Gunslinger"
Label:
falls is for sadness,
family,
Story of me and my
Langganan:
Komentar (Atom)