Tuk.. Tuk.. Tuk..
Dahan muda mengetuk kaca jendelaku..
Bertalu talu.. Berkali kali..
Seperti bayangmu dalam mimpiku..
Hujan kali ini..
Sama seperti waktu itu..
Kita berteduh di emper toko yang tutup..
Air tumpah dari langit..
Petir menggema..
Dan hanya jaketku sebagai pelindung tubuh kita..
Aku tau kau takut pada suara halilintar..
Karna pada setiap teriaknya, kau memelukku erat dan gemetar..
"Sayang, aku takut, aku kedinginan.."
"Aku tau sayang.. *melindungi kepalanya dari percikan hujan* Sebentar lagi hujan reda.. Sabar sebentar, aku disini, selalu.."
"Aku sayang kamu.. Aku mau kamu janji ke aku, kamu akan selalu ada untuk aku, selalu melindungi aku, dan yang paling penting, selalu menyayangiku.. Kamu mau kan??"
"Aku mau.. Aku sayang kamu,, selalu.."
Kita menuliskan inisial kita di jendela toko yang tutup itu..
Berbingkai hati, dari hembusan uap nafas kita..
Aku mengingkari dua janji pertama..
Tapi aku tak pernah mengingkari yang ketiga, yang paling penting, katamu..
Aku memang meninggalkanmu secara jarak.. Fisik.. Raga..
Tapi aku tak pernah meminta kembali hatiku yang telah kuberikan padamu..
Aku tak pernah meninggalkan cinta kita.. Jiwa kita..
Kamulah cintaku..
Kamulah jiwaku..
Andai saja,
Kau lebih bersabar..
Andai saja,
Kau lebih mengerti..
Andai saja,
Kau lebih percaya..
Andai saja,
Kau percaya cinta..
1 komentar:
mampir aaaahh.. kangen sm ami :D
Posting Komentar